This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Selama tahun 2013-2018 FTI berperan aktif dalam beberapa kegiatan yang bertujuan untuk: mempromosikan tempe sebagai produk warisan budaya bangsa Indonesia; mengumpulkan dan mendeseminasikan semua informasi dan hasil-hasil penelitian mengenai tempe; memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tempe dan memperluas pengembangan pasar melalui aplikasi penelitian dan pelatihan; memfasilitasi suatu forum terbuka bagi setiap individu yang mempunyai perhatian terhadap tempe.
Salah satu program terbesar FTI adalah menjadikan tempe sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Bekerja sama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (PERGIZI Pangan) dan USSEC Indonesia, FTI mengajukan Tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Kementerian Pendidikan dan Budaya Indonesia dan UNESCO. Sejak tanggal 4 Oktober 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah mengakui tempe sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia.
Tahun 2018 merupakan tahun akhir untuk kepengurusan 2013-2018, sehingga tahun pada ini FTI akan mengadakan Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan 2013-2018 yang bersamaan dengan kegiatan Seminar Tempe Nasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  • memberikan informasi mengenai perkembangan pengajuan tempe sebagai warisan budaya tak benda,
  • memberikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seputar tempe
  • sebagai sarana laporan pertanggungjawaban pengurus FTI masa jabatan 2013-2018, dan
  • menyusun kepengurusan dan program FTI tahun 2018-2023.

Materi akan disampaikan oleh pembicara yang berasal dari berbagai bidang, yaitu:

  • Dr. Mark Messina, Nutrition Matters, USA
    Tempe & Soyfood as Superfood for Global Market
  • Dr. Sastia Putri, Osaka University
    Revealing Tempe's Excellence through Metabolomic Studies  
  • Prof. Antonius Suswantono
    The Benefits of Tempe as a Functional Food from the Aspect of Prebiotic and Probiotic
  • Prof. Made Astawan
    The Opportunities and Challenges of SMEs Tempe in Indonesia
  • Prof. Aman Wirakartakusumah
    Tempe as Indonesia's “Intangible Cultural Heritage (ICH)” - Benefits, Challenges & Opportunities for the Tempe Industry
  • Mr. Rustono, King of Tempe Japan
    Tempe from Indonesia to Global Market: Experience in marketing Tempe in Japan & other Countries
  • Dr. Dadi Hidayat Maskar, USSEC Indonesia
    Collaborative effort to improve tempe industri in Indonesia
  • Mr. Stafanus Indrayana, PT Indofood Sukses Makmur
    Partnership with SMEs Tempe for Product Innovation & Market Development of Tempe
  • Mr. Amita Buissink, Mr. Tempeh
    Introducing New Method in Improving Tempe Production Process.

Target Peserta: 150 orang (sangat terbatas)

Venue : Westin Hotel Bali, 5-8 July, 2018

Biaya peserta
Umum (mahasiswa, asosiasi, pemerintah)    :     Rp 250.000
Industri    :    Rp 500.000
Internasional     : US$ 350


Registrasi : Intan (085624939053) atau email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123