This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Forum Tempe Indonesia (ITF) bekerjasama dengan USSEC Indonesia dan Gizi Association (PERSAGI) Kalimantan Tengah Indonesia, telah berhasil menyelenggarakan seminar sehari di "Tempe & Kesehatan" di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada tanggal 14 Maret 2015. Seminar ini diselenggarakan dalam kesempatan Hari Gizi Nasional. Seminar tersebut diikuti oleh 312 peserta; sebagian besar ahli gizi anggota PERSAGI, dosen, mahasiswa, perawat, bidan, perwakilan dari Lembaga Pemerintah Daerah serta produsen tempe dan tahu di Palangkaraya.

Seminar ini diresmikan oleh Ibu Norliani, Sekretaris Dinas Kesehatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Dia mengungkapkan rasa senangnya untuk USSEC dan ITF yang telah mendukung PERSAGI dalam menyelenggarakan seminar di Palangkaraya. Dia mengakui peran penting tempe dalam makanan sehari-hari di Indonesia. Selain sebagai sumber protein, tempe juga menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk keluarga dengan harga terjangkau. Di sisi lain citra tempe masih berhubungan sebagai makanan rendah dalam beberapa masyarakat dan masih ada beberapa informasi yang keliru pada efek negatif dari konsumsi makanan dari kedelai. Oleh karena itu seminar ini yang ditargetkan terutama untuk menginformasikan gizi yang sangat bermanfaat dan mengatasi informasi yang keliru pada efek negatif dari konsumsi makanan dari kedelai serta membangun kebanggaan tempe sebagai warisan makanan Indonesia dalam rangka meningkatkan citra tempe.

Dr Made Astawan, pembicara pertama menyaajikan manfaat kesehatan kedelai dan produk turunannya. Dia menjelaskan fakta ilmiah tentang manfaat konsumsi makanan dari tempe dan mengatasi mitos dan misinformasi yang berhubungan dengan efek kesehatan negatif dari konsumsi makanan dari tempe. Dadi Maskar menyajikan topik Tempe, hadiah dari Indonesia, kegiatan ITF dan disosialisasikan ke-6 Juni sebagai Hari Tempe Nasional. Pembicara terakhir adalah Ibu Rita Ramayulis, dosen di Politeknik Kesehatan Jakarta penyajian Keajaiban Tempe. Dia menjelaskan bahwa tempe adalah baik untuk semua orang, menyediakan makanan yang baik & bergizi bagi konsumen di segala usia, memberikan kesempatan kerja bagi pekerja serta pendapatan yang baik.

Sesi sore dibahas tentang pentingnya mempromosikan konsumsi tempe dan kemungkinan menerapkan Kegiatan ITF oleh PERSAGI di Palangkaraya. Mirip dengan kondisi di daerah luar Jawa, tempe kurang populer di Palangkaraya dan Provinsi Kalimantan Tengah dibandingkan dengan produk pangan lainnya. Namun mengingat nilai dan kesehatan potensi manfaat nutritonal tempe, disepakati untuk menempatkan lebih banyak usaha untuk program untuk mempromosikan konsumsi tempe di Palangkaraya. Semua pelaku kepentingan tempe di Palangkaraya menyambut positif ide dan mengakui kebutuhan program untuk mempromosikan tempe di Palangkaraya. PERSAGI dan Politeknik Kesehatan Palangkaraya telah setuju untuk menjadi titik fokus untuk kegiatan ITF di Palangkaraya dan Provinsi Kalimantan Tengah. Pak Muchtar, Dosen Senior di Politeknik Kesehatan Palangkaraya, yang juga Kepala PERSAGI Provinsi Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai Koordinator ITF di Provinsi Kalimantan Tengah. Itu mengusulkan untuk menerapkan beberapa program kegiatan untuk meningkatkan proses produksi tempe ditargetkan untuk tempe produsen serta program promosi untuk meningkatkan tingkat konsumsi tempe ditargetkan kepada Konsumen.

National Tempe Seminar in Palangkaraya, organized in collaboration with Indonesian Nutritionist Association Central Kalimantan Province

Indonesian Tempe Forum (ITF) in collaboration with USSEC Indonesia and Indonesian Nutritionist Association (PERSAGI) Central Kalimantan, has successfully conducted one day seminar on the “Tempe & Health” in Palangkaraya, Central Kalimantan, on March 14, 2015.  The seminar was organized in the occasion of National Nutrition Day. It was participated by 312 participants; mostly nutritionist the PERSAGI member, lecturers, college student,  nurse, midwives, representatives from Local Government Institution as well as tempe and tofu producers in Palangkaraya.

The seminar was inaugurated by Mrs. Norliani, the Secretary of Health Department, Central Kalimantan Province. She expressed his gratefull to USSEC and ITF for supporting PERSAGI in organizing the seminar in Palangkaraya. She acknowledged the important role of tempe in the Indonesian daily diet. Aside as source of protein, tempe is also provide healthy and nutritious food for the family at the affordable price. On the other hand the image of tempe is still associated as inferior food in some societies and  there are still some missleading information on the negative effect of soyfood consumption. Therefore this seminar which is targetted mainly to the nutritionist is very beneficial to overcome the missleading information on the negative effect of soyfood consumption as well as to build the pride of tempe as Indonesian food heritage in order to improve the image of tempe.

Dr. Made Astawan, the first speaker presented the health benefit of soybean and its derivative products. He explained the scientific fact on the benefit of soyfood consumption and overcomes the myth and misinformation related to negative health effect of soyfood consumption. Dadi Maskar presented topic on Tempe, a gift from Indonesia to the world, ITF activities and socialized the June 6th as National Tempe Day. Last speaker was Ms. Rita Ramayulis, lecturer at the Health Polytechnic Jakarta presented the Miracle of Tempe. She explained that  tempe is good for everyone, its provide good & nutritious food for the consumers at all ages, provide employment opportunity for the worker as well as good income.

The afternoon session was discussed on the importance of promoting tempe consumption the possibility of implementing ITF Activities by PERSAGI in Palangkaraya. Similar with the condition in the area outside Java, tempe is less popular in Palangkaraya and Central Kalimantan Province compared to other food product. However considering the nutritonal value and health benefit potential of tempe, it was agreed to put more effort for program to promote tempe consumption in Palangkaraya.  All tempe stakeholders in Palangkaraya responded positively on the idea and acknowledged the need of program to promote tempe in Palangkaraya. PERSAGI and Health Polytechnic Palangkaraya has agreed to be a focal point for ITF activities in Palangkaraya and Central Kalimantan Province. Mr. Muchtar, a Senior Lecturer at Health Polytechnic Palangkaraya, who is also Head of PERSAGI Central Kalimantan Province  was appointed as ITF Coordinator in Central Kalimantan Province. It was propose to implement some program activities to improve tempe production process targetted to tempe producers as well as promotion program to improve the consumption level of tempe targetted to the Consumer.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123