This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Forum Tempe Indonesia dan US Soybean Export Council serta kerjasama dengan Perhimpuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) dan Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Udayana melaksanakan 8th S.E. Asia Soy Food Seminar & Trade Show di Bali pada tanggal 21-23 Mei 2013.

Acara ini sukses dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang datang dari berbagai negara dan profesi. Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan informasi terkini tentang isu-isu kedelai, mulai dari ketersediaan, tren, strategi pemasaran, dan penelitian kedelai berhubungan dengan kesehatan yang terkini.

Seminar internasional ini dibuka dengan seminar setengah hari dalam bentuk Workshop/Master Class pada tanggal 21 Mei 2013. Master Class ini dibawakan oleh Sam Waterfall seorang konsultan senior di Healthy Marketing Team dari Inggris. Tema presentasinya adalah “ From Bean to Brand, 4 Ways to Harness the Health Trend to Grow Your Brand”. Beberapa tujuan dari Master Class ini adalah untuk mengeksplorasi mengapa beberapa brand perlu berinovasi atau perlu berdiferensiasi, memperkenalkan perspektif baru, mewujudkan dalam nyata dalam pemahaman strategi dan memenangkannya pada dunia pe-kedelai-an.

Kemudian dilanjutkan dengan seminar 2 hari pada tanggal 22 dan 23 mei 2013. Pada tanggal 22 Mei 2013, acara dimulai pada pukul 8.30 WITA oleh Jonn Slette, seorang Atase Pertanian dari Amerika Serikat untuk Indonesia. Beliau memberikan kata sambutan, kemudian dilanjutkan oleh Made Mangku Pastika, Gubernur Propinsi Bali, dan keynote address dari Deputi Kementerian Koperasi dan Usaha kecil menengah. Peserta seminar yang berjumlah 120 orang berasal dari peneliti/dosen (52,5 %), ahli teknologi pangan (28,3%), mahasiswa (10 %), lembaga pemerintahan (5,8 %), dan industri (3,3%). Pembicara yang diundang pada kegiatan ini berasal dari Indonesia, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.

Pada seminar hari pertama, ada dua topic yang dibawakan, tema sesi pertama adalah Global Soy Supply- Trends & Impact on South East Asia and Indonesia Soy Market. Sesi pertama ini domoderatori oleh John Lindblom, Direktur Regional dari Singapura. Pembicara pada sesi pertama ini adalah O’Neil; seorang senior ahli ekonom pertanian, Anthony Emms; seorang manajer, Klein; seorang direktur pemasaran makanan skala internasional, Ibu Kate Leavitt; seorang direktur dari Sales and Marketing Internasional, dan Randy Mann; ketua USSEC. Pada sesi dua, temanya adalah “Trends and Strategies to Meeting Market Forces and Consumer Demand”. Made Astawan menjadi moderator sesi ini. Pembicara pada sesi ini adalah Danny Lai, seorang Manajer Bisnis, Adhi Lukman Siswaja; Ketua GAPMMI, Anton Apriyantono dari Universitas Bakrie, Sam Waterfall; konsultan senior di Healthy Marketing Team, dan Ibu Bridget Owen; seorang peneliti.

Pada hari kedua, tanggal 23 Mei 2013, topic pembicaraan pada sesi pertama adalah “Soy Nutrition and Health Research Updates”. Widjaja Lukito dari SEAMEO RECFON berlaku sebagai moderator pada sesi ini. Beberapa pembicara pada sesi ini adalah Dr. Mark Messina, seorang Direktur Soy Nutrition Institute, Prof. Koh Woon Puay dari Office of Clinical Sciences, Prof. Hardinsyah dari Institut Pertanian Bogor, dan Dr. Hasnah Haron dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Pada sesi dua, temanya adalah “Tempe as Indonesia’s Heritage Food”. 10 Peneliti Indonesia yang terpilih dibagi menjadi 3 group dengan masing-masing moderator yaitu Dr. Hardinsyah dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Rindit Pambayun dari PATPI, dan Dr. I Nengah Kencana Putra dari Universitas Udayana. (Agenda seminar lebih lengkap dapat dilihat di Lampiran). Produk yang tampilkan dalam Trade Show adalah produk Sun Opta, Kecap manis dan Qtela dari Indofood, Soyjoy dari Otsuka.

Pada sesi poster, terdapat 12 poster yang ditampilkan dalam kegiatan ini. Penyaji poster berasal dari para peneliti/dosen di Universitas , lembaga penelitian, ahli teknologi pangan dan mahasiswa. Poster-poster yang disajikan bertema “Penelitian Terkini pada Kedelai dan Tempe”. Peserta seminar bisa membaca poster pada sesi istirahat. Judul poster yang disajikan pada saat seminar adalah:

  • The Level Of Albumin And Total Protein In White Rat (Rattus Norvegicus) After Feeding Of Enteral Formula From Tempe And Local Food
  • Phsyco-Chemical Characteristics And Functional Properties Of Tempe Made From Import And Local Soybeans Varieties
  • Quality Assessment Of Tempe Made From Several Soybeans Varieties
  • Improvement Of Functional Value Of Soybean By Lactic Acid Bacteria Fermentation
  • Preservation Study On Tofu Using Liquid Smoke
  • Effects Of Pre-Treatment On Quality Attributes Of Deep-Fried Soybean
  • Development Of Indigenous Tempe Form Vigna Unguiculata By Using New Starter Actinomucor Elegans
  • Preliminary Study On Development Of Tempe Derived From Jack Bean (Canavalia Ensiformis)
  • Effect Of Various Fermentation Ph On Physicochemical And Functional Properties Of Hyacinth Bean (Lablab Purpureous L Sweet) As Novel Functional Food Ingredient
  • The potency of instant tempe powder as blood glucose control and improve liver glycogen sinthesis in hyperglycemic condition
  • The Effect Of Boiling Frequency Of Soybean And The Cooking Of Tempe On Isoflavones Level
  • Formulation Of Skim Milk Dan Soymilk On Producing Soyghurt
  • Selain seminar dan sesi poster, demo masak juga menjadi bagian dari acara. Demo masak disajikan pada tanggal 22 dan 23 Mei 2013. Demo masak pada hari pertama dibawakan oleh chef Amita Buissink, seotang tempe ambassador dari Australia. Beliau menyajikan jus tempe dengan sirsak . Pada hari kedua, demo masak dibawakan oleh Heinz van Holzen, seorang koki dari Rumah Bali. Peserta sangat antusias dan melihat dengan dekat cara memasak kedua chef. Peserta juga bisa langsung mencicipi resep yang disajikan oleh kedua koki tersebut.

Lomba masak yang meruan lomba kreativitas mengolah kedelai dan produk olahan kedelai meruan runtutan acara seminar Bali. Sepuluh peserta terpilih diundang untuk membawa hasil kreasinya pada saat seminar. Pemilihan awal peserta adalah berdasarkan foto kreasi masakan yang telah mereka kirimkan. Peserta meruan siswa SMK dan juga dari Universitas Udayana. Yang bertindak sebagai juri adalah Made Astawan, Nengah Kencana Putra, dan Amita Buissink. Juri memberi nilai berdasarkan tiga kriteria yaitu kemampuan dan kompleksitas memasak, rasa dan penampakannya. Berikut adalah juara lomba masak pada kegiatan seminar tersebut:

  • Juara 1: Bola-bola tempe asam manis (SMK Pariwisata Biwi)
  • Juara 2 : Burger tempe-tahu dengan saus mangga (Universitas Udayana)
  • Juara 3 : Rolade tahu dengan rumput laut (Universitas Udayana)
  • Juara favorit 1 : Puding tahu mangga (Universitas Udayana)
  • Juara favorit 2 : Sandwich tempe goreng kemangi (Universitas Udayana)
  • Juara favorit 3 : Puding tahu dengan saus mangga dan jambu (SMK PGRI 3)
  • Semua pemenang, memperoleh plakat penghargaan, sertifikat dan sejumlah uang untuk biaya pendidikan.
#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123