This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Pada hari Minggu, 8 Juli 2012, tempe sepanjang 2.162 meter yang dibuat di Stadion Tenis Kridanggo, Salatiga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tempe terpanjang. Tempe terpanjang tersebut merupakan hasil kerjasama Forum Tempe Indonesia (FTI), Pusat Studi Tempe Universitas Kristen Satya Wacana (Pustep UKSW) , Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kota Salatiga, American Soybean Association for Singapore dan Indonesia, FKS multiagro, dan Dinas Koperasi Jateng. Acara tersebut sekaligus juga untuk memperingati Hari Koperasi yang ke-65.

Untuk pembuatan tempe tersebut dibutuhkan waktu 5 hari dengan total biaya mencapai Rp 80 juta. Sebanyak 3 ton kedelai kering dan 4 ton kedelai basah dipakai untuk menghasilkan tempe yang beratnya mencapai 4 ton dengan diameter 6 cm yang dibuat dengan dibungkus plastik. Sebanyak 110 pengrajin tempe di Salatiga, dibantu siswa SMA Negeri 1 Salatiga, dan juga Staf Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW ikut ambil bagian dalam pembuatan tempe sejak hari selasa tanggal 3 Juli 2012.

Penyerahan piagam MURI tempe terpanjang dilakukan oleh Walikota Salatiga Yuliyanto kepada Ketua Pusat Studi Tempe UKSW, Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc disaksikan sejumlah tamu undangan lainnya. Beliau mengungkapkan pemecahan rekor MURI merupakan langkah awal Pustep UKSW untuk mengembangkan tempe secara higienis di Salatiga. Dan berharap kedepannya, tempe bisa dikembangkan menjadi bahan pangan yang kreatif, baik dalam bentuk makanan dan minuman.

Paulus Pangka manajer MURI mengungkapkan, dengan pemecahan rekor ini diharapkan bisa menggugah masyarakat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri. Sementara itu Walikota mengungkapkan bahwa tempe terpanjang yang rekornya berhasil dipecahkan di Salatiga merupakan kado hari jadi kota Salatiga.

Sebagai kelanjutan dari pemecahan rekor MURI Tempe Terpanjang di Indonesia kemarin, diadakan Lomba dan Demo Memasak dengan Bahan Dasar Tempe. Tempe terpanjang itu dipotong-potong sepanjang 30 cm. Sebagian dibagikan kepada peserta lomba masak yang dijadikan sebagai bahan baku, sebagian lagi dijual murah kepada masyarakat. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa UKSW dan masyarakat mengikuti lomba ini. Berbagai pangan yang terdiri dari makanan basah, kering dan minuman berbahan dasar tempe diolah peserta lomba menjadi ice cream tempe, bistik tempe, puding tempe, risoles tempe dan terompet tempe

Selain itu diadakan juga seminar dengan tema “Pencitraan dan Pengembangan Produk Pangan Berbasis Kedelai” di Balairung UKSW. Ir. Sujarwanto, M.Si (Kepala Dinas Koperasi Jateng), Prof. Dr. Ir. Made Astawan (Pakar Biokimia Pangan IPB, Wakil Ketua Forum Tempe Iindonesia Pusat), Mr. Amita Buissink Owner Margaret River Tempe, Australia dan Mr. John Lindblom Regional Director South East Asia, ASA hadir sebagai pembicara.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123