This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Pada tanggal 4-6 April 2011, Mr. Michael T. Scuse, Under Secretary USDA (Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat) berkunjung ke Jakarta. Salah satu agenda kunjungan dari Mr. Scuse adalah mengunjungi Kampung Tempe di Komplek PRIMKOPTI Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan momen penting untuk menunjukkan bahwa tempe, yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia menjadi pusat perhatian dari pejabat penting sebuah negara maju. Kedatangan Michael Scuse beserta rombongan untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan panganan yang berbahan dasar kacang kedelai. Terlebih, selama ini bahan baku yang digunakan untuk membuat tahu tempe diimpor dari Amerika Serikat.

Michael Scuse menuturkan, kunjungannya ke Primkopti Jakarta Timur tak lain untuk menyaksikan secara langsung produksi tahu tempe. Kehadirannya ini juga didasari rasa penasaran dirinya karena Indonesia selama ini dikenal sebagai negara pengimpor kedelai terbesar di dunia. Seperti diketahui, hampir seluruh kedelai yang diimpor ke Indonesia berasal dari sejumlah negara di benua Amerika seperti, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Argentina. Setiap tahun, jumlah kedelai yang diekspor negara-negara itu ke Indonesia sebanyak 1.600 ton. Dari jumlah itu, sekitar 70-80 persen digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe oleh Primkopti Jakarta Timur.

Scuse juga menuturkan, rasa bangga dan salutnya atas bangsa Indonesia yang hingga kini mampu mempertahankan warisan budayanya di bidang kuliner tersebut. Selama ini, tempe dikenal sebagai salah satu bahan pangan sumber protein asli Indonesia yang telah diakui dunia internasional. Pada kesempatan itu, Scuse juga sempat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 147 juta untuk perbaikan pabrik tahu tempe milik Primkopti Jakarta Timur. Dengan adanya bantuan dana segar ini, diharapkan Primkopti Jakarta Timur memiliki standar internasional sehingga kualitas produksinya pun dapat lebih ditingkatkan.

Adapun kebutuhan kedelai secara nasional, setiap tahun sebanyak 2,2 juta ton. Dari jumlah itu, 1.600 ton di antaranya merupakan impor dari Amerika Serikat. Selebihnya adalah kedelai lokal dan impor dari negara lainnya. Untuk wilayah Jabodetabek, setiap bulan dibutuhkan 5.000 ton kedelai. Seluruhnya merupakan kedelai impor. Saat ini, harga kedelai impor di pasaran Rp 6.000 per kilogram, sedangkan kedelai lokal Rp 6.200 per kilogram. Khusus di pabrik Primkopti Jakarta Timur, kebutuhan kedelai sebanyak 600 kilogram per hari. Seluruh kedelai ini diolah menjadi tahu dan tempe oleh 12 perajin.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123