This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Industri tempe merupakan salah satu penghasil limbah cair yang dapat menurunkan kualitas lingkungan bila tidak dikelola dengan bijak. Dapat di bayangkan dari setiap 1 kg kedelai yang diolah akan menghasilkan 10-15 ltr limbah cair. Rumah Tempe Indonesia sebagai satu-satunya percontohan produksi tempe higienis dan ramah lingkungan di Indonesia menerapkan sistem pengolahan limbah cair menggunakan reaktor biogas.

Tempe ternyata sudah mendunia. Bahkan, makanan khas Indonesia ini dapat ditemui di Amerika Serikat (AS). Adalah Ratina Muljono yang mempopulerkan tempe di California dengan membuka Tempe House. Voice of Amerika menyebutkan Ratina datang ke AS sejak 1999. Meski hanya mengecap pendidikan SD, namun darah bisnis mengalir dalam dirinya. Idenya muncul ketika ia menyatakan akan memulai usaha dan berjualan sesuatu. Temannya menyarankan untuk jualan tempe segar karena di sana belum ada yang jual tempe.

Ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sri Sukmaniah, MSc, SpGK, mengatakan tempe mengandung serat dan nutrisi yang mudah dicerna sehingga baik untuk makanan pendamping air susu ibu (ASI) bagi bayi berusia enam bulan lebih. "Serat yang terdapat dalam tempe sangat baik untuk mencegah konstipasi pada bayi, yang kerap terjadi saat memberikan makanan pendamping ASI," kata Sri dalam sebuah acara diskusi di Jakarta.

Berikut adalah perjalanan tempe melanglang buana bagian ketiga, dan merupakan bagian terakhir dari perjalanan panjang sebelumnya. Cerita tempe ini akan dimulai pada tahun 1986, berikut lengkapnya,

Perjalanan tempe selanjutnya dimulai dari perjalanan Martinelli dan Hesseltine di AS dalam mengembangkan metode baru inkubasi tempe dengan plastik pada tahun 1964. Kemudian dilanjutkan pada,

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123