This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Berikut adalah perjalanan tempe melanglang buana bagian ketiga, dan merupakan bagian terakhir dari perjalanan panjang sebelumnya. Cerita tempe ini akan dimulai pada tahun 1986, berikut lengkapnya,

  •  Tahun 1986 : Perusahaan makanan Italia di Bologna, Sun-Soy-Food, sejak tahun 1986 memproduksi berbagai produk berbahan kedelai organik, salah satunya tempe
  • Tahun 1986 : William Shurtleff dan Akiko Aoyagi menerbitkan buku Tempeh Production : A Craft and Technical Manual
  • Tahun 1987 : Rustono tiba di Jepang dan setahun kemudian memproduksi tempe dengan merk Rusto’s Tempeh
  • Tahun 1992 : Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai kripik tempe goreng, dalam SNI 01-2602-1992, Kripik tempe goreng
  • Tahun 1998 : Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai tempe kedele, dalam SNI 01-3144-1998, Tempe kedele
  • Tahun 1999 : Agranoff J, menerbitkan The Complete Handbook of Tempe : The Unique Fermented Soyfood of Indonesia
  • Tahun 1999 : Berkeley : Ten Speed Press menerbitkan buku The Book of Tempeh edisi ke-2 karya William Shurtleff dan Akiko Aoyagi
  • Tahun 1999 : Syarief R. menerbitkan buku mengenai tempe berjudul Wacana Tempe Indonesia
  • Tahun 1999 : Ratina Muljono, asal Indramayu, datang ke California, Los angeles dan kemudian mendirikan restauran Tempe House
  • Tahun 2000 : Kedutaan Besar RI di Jerman menyelenggerakan Tempe Promotion Day di Bonn, Jerman
  • Tahun 2001 : Peter A. Cervoni menulis artikel Tempting Tempeh pada Vegetarian Times, New York City, AS
  • Tahun 2008 : Diusulkan pada Sidang ke-16 Komite Regional Codex Alimentarius Commision (CAC) untuk mengembangkan standar regional untuk tempe
  • Tahun 2009 : Petra Roubos menerbitkan disertasinya Bioactive Components In Tempe Inhibit Diarrhea
  • Tahun 2009 : SNI 01-3144-1998, Tempe kedele direvisi menjadi SNI 3144:2009, Tempe kedelai oleh Panitia Teknis 67-04
  • Tahun 2010 Indonesia mempresentasikan materi diskusi mengenai Tempe dan Produk – produk Tempe pada sidang ke -17 Komite Koordinasi Regional FAO/WHO untuk Asia
  • Tahun 2011 : Chieri Kakuda, produser stasiun televise nasional Jepang, Nippon Hoso Kyokai (NHK), tertarik meliput produksi tempe di Yogyakarta
  • Tahun 2011 : Dilaksanakan seminar bertajuk Discover the Wonder of Tempeh dengan penyelenggara KBRI Manila
  • Tahun 2011 : Sidang ke-16 Komite Regional CAC, di Jenewa, Swiss, dihadiri oleh 140 anggota, menerima usulan standar regional untuk tempe dari Indonesia
  • Tahun 2012 : BSN menyelenggarakan Seminar bertemakan Tempe Goes International di Jakarta bulan April
  • Tahun 2012 : Pembahasan proposed draft pada Sidang ke-18 CCASIA
  • Tahun 2013 : Persetujuan terhadap draft standar regional Codex pada Sidang ke-36 CAC
  • Tahun 2014 : Pembahasan draft standar regional Codex pada Sidang ke-19 CCASIA
  • Tahun 2015 : Persetujuan sebagai draft standar regional Codex pada Sidang Ke-38 CAC tahun 2015

Dengan disetujuinya standard tempe secara internasional, berharap bahwa industry tempe bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya pengusaha tempe di Indonesia. Lebih lagi, diharapkan tempe dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

Sumber : Majalah SNI Valuasi

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123