This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Perjalanan tempe selanjutnya dimulai dari perjalanan Martinelli dan Hesseltine di AS dalam mengembangkan metode baru inkubasi tempe dengan plastik pada tahun 1964. Kemudian dilanjutkan pada,

  • Tahun 1969 : Di Belanda didirikan Tempe Production Inc, perusahaan tempe terbesar oleh Robbert van Dappern
  • Tahun 1971 : Sastoamijoyo, orang Indonesia pertama yang mengusulkan tempe sebagai solusi krisis pangan dunia
  • Tahun 1974 : Dimulai Proyek Protein ASEAN yang memberikan stimulasi terhadap publikasi mengenai tempe
  • Tahun 1974 : Di Tenessee AS, Cynthia Bates membuat tempe dari ampas sisa pembuatan susu kedelai dan menulis Farm Vegetarian Cookbook
  • Tahun 1976 : Survey industri tempe di Indonesia secara detail dan komprehensif diterbitkan oleh Winarno
  • Tahun 1979 : Thio Goan Loo tinggal 3 bulan di Zambia dan mengajarkan proses produksi tempe di Srilanka
  • Tahun 1979 : Didirikan KOPTI, koperasi yang beranggotakan pengusaha tempe
  • Tahun 1979 : Harper & Row menerbitkan Book of Tempeh karya William Shurtleff dan Akiko Aoyagi
  • Tahun 1979 : Didirikan perusahaan tempe bernama The Tempeh Works di California oleh Michael Cohen
  • Tahun 1980 : Didirikan pusat studi tempe pada Department of Botany and Microbiology di University Collage of Wales, Inggris
  • Tahun 1981 : Tercatat empat produsen tempe di Australia yang didirikan oleh kaum muda yang tertarik pada diet dan sumber makan alami
  • Tahun 1981 : Di Taiwan Dr. Steven Chen menulis 2 buku , Soy Foods dan Handbook of Soy Oil and Soy Foods, di dalamnya menyebut tempe dengan tian-bie
  • Tahun 1982 : Enam belas toko tempe beroperasi di Eropa: Belanda (7), Austria (3), Inggris (2), Jerman (2), Belgia (1) dan Perancis (1)
  • Tahun 1983 : Steinkraus menerbitkan Handbook of Indigenous Fermented Food, yang memuat 94 halaman informasi mengenai tempe
  • Tahun 1983 : Diperkirakan 56 produsen tempe dengan produksi mencapai 900 ton tempe di AS dengan jumlah pekerja 200 orang
  • Tahun 1983 : Torigoe memproduksi tempe di Fukuoka dengan kapasitas sebesar 15 ton per minggu
  • Tahun 1983 : Japan Natto Association mengirim 3 orang ke Indonesia untuk belajar tentang tempe dan di Tahun 1984 Natto memproduksi tempe
  • Tahun 1983 : Marukin Foods (Jepang) meluncurkan produk tempe dengan merk SunSeed dan berproduksi hamper 1 ton tempe per bulan
  • Tahun 1983 : Tercatat anggota KOPTI mencapai 28.000 anggota terdiri dari pengusaha tempe dan tahu
  • Tahun 1984 : Marusan- Ai memproduksi tempe mencapai 30 ton per bulan dan menjadi produsen tempe terbesar di dunia
  • Tahun 1984 : Didirikan Japan Tempeh Research Society di Tokyo yang menyediakan forum investigasi, diskusi dan promosi tempe
  • Tahun 1984 : Sementara di Kanada tercatat terdapat 5 produsen tempe dengan tingkat produksi 500 pound per minggu
  • Tahun 1984 : Penerbit Book Publishing Co menerbitkan buku The Tempeh Cookbook karangan Dorothy R. Bates

Untuk perjalanan berikutnya, nantikan cerita tempe selanjutnya di bagian 3.

Sumber : Majalah SNI Valuasi

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123