This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Tempe memiliki cerita perkembangan yang sudah sangat lama dari seribu tahun yang lalu, berikut dapat dilihat perjalanan tempe dimulai dari dibawa oleh pedagang Cina Selatan masuk ke Indonesia, hingga tempe yang nantinya akan memperoleh standar internasional. Berikut perjalanannya:

  • Tahun 1000 : Kedelai, bahan baku tempe, masuk ke Indonesia lewat pedagang dari Cina Selatan
  • Tahun 1815: Kata tempe ditemukan dalam Serat Centini Jilid III dengan menyebut jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan
  • Tahun 1895: HC Prinsen Geerligs mengidentifikasi jamur tempe
  • Tahun 1900 : Dr. PA Boorsma menulis artikel proses produksi tempe
  • Tahun 1902 : Vonderman menulis tempe dari kelapa serta campuran kelapa dan kedelai
  • Tahun 1905 : Kendo Saito mendeskripsikan mikroorganisma yang dikenal sebagai Rhizopus Oligosporus
  • Tahun 1912 : Ryoji Nakazawa melakukan perjalanan riset ke Jawa dan Sumatra mengumpulkan 33 sampel tempe dan oncom
  • Tahun 1913: K.Heyne menerbitkan kajian literature awal mengenai tempe
  • Tahun 1924 : Jansen dan Donath menemukan kandungan protein dan vitamin B pada tempe
  • TAhun 1928 : Nakazawa dan Takada menerbitkan On The Filamentous Fungi Used to Make Ontjom and Tempeh in The South Pacific
  • Tahun 1931: : Ochse menggambarkan proses pembuatan tempe pada Vegetables of Dutch East Indies
  • Tahun 1935 : H. Burkit memuat informasi tempe pada A Dictionary of the Economic Products of the Malay Peninsula
  • Tahun 1940-1959 : Tempe sebagai asupan gizi penting tawanan Perang Dunia II yang menyelamatkan mereka dari penyakit disentri
  • Tahun 1946 : Tempe diproduksi di Belanda oleh pasangan suami istri Wedding di bawah ENTI
  • Tahun 1954 : Dr. Paul Gyorgy meriset tempe di Pennsylvania University dan di tahun 1961 menerbitkan Nutritive Value of Tempeh
  • Tahun 1955 : Autret dan van Veen menyampaikan tempe sebagai makanan kaya nutrisi yang baik untuk bayi dan anak-anak
  • Tahun 1958 : Yap Bwee Hwa memulai riset mengenai tempe pada Cornell University, Amerika Serikat
  • Tahun 1959 : Berdiri perusahaan tempe firma ES Lembekker, dan masih beroperasi sebagai produsen tempe tertua di Belanda
  • Tahun 1960: Riset mengenai tempe juga dilakukan pada USDA Northern Regional Research Center, Amerika Serikat
  • Tahun 1962-1965 : Steinkraus menerbitkan tiga karya tulis penting tentang usaha tempe di Amerika
  • Tahun 1961 : Mary-Otten memulai toko tempe yang dibuatnya di Albania, dan tahun 1967 membuka Java Restaurant yang menyajikan menu tempe
  • Tahun 1962 : Van Veen menjadi prosesor Cornell untuk International Nutrition dan menerbitkan 7 paper mengenai tempe hingga tahun 1970
  • Tahun 1962 : Dibuka toko tempe di Los Angeles, Runnels Food, disusul dengan Toko Baru (1969) dan Bali Food (1975)
  • Tahun 1963 : Hesseltine menerbitkan study mengenai tempe : Investigations of Tempeh, an Indonesian Food

Untuk perjalanan berikutnya, nantikan cerita tempe selanjutnya di bagian 2.

Source : SNI Valuasi Magazine

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123