This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Salah satu karakteristik fungsional penting dari tempe adalah efek anti infeksi yang diteliti oleh banyak peneliti antara lain Van Veen (1950), Wang et al (1969), Mien K. Mahmud (1987), dan Sudigbia (1990). Aktivitas antibakteri pertama kali ditemukan oleh Wang et al. Kemudian Mien K. Mahmud (1987) dengan eksperimennya dengan trial pemberian makanan pada kelinci yang terpapar oleh E. coli patologis. Ditemukan bahwa aktivitas antibakteri tempe pada epitheliums sel melindungi sel dari kerusakan lebih lanjut.

Sudigbia (1990) menguji hipotesis pada anak-anak 6-24 bulan yang menderita diare dalam 431 kasus dan ditunjukkan bahwa diperoleh efek positif setelah mengkonsumsi tempe, pada lamamengalami diare. Oleh karena itu diperlukan cara spesifik dalam pemberian makanan tambahan untuk terapi gizi terutama untuk diare akut.

Pada tahun 1991 Sibarani S. juga mempelajari efek konsumsi tempe dalam mencegah diare pada kelinci yang diinokulasi dengan E. coli patogen. Ditemukan bahwa Ig A berubah menjadi SIgA saat bakteri menyerang permukaan mukosa usus. Fakta ini menunjukkan bahwa kelinci yang mengkonsumsi tempe lebih imun dibandingkan dengan kelompok lain. Haritono dan Sudigbia (1992) juga mempelajari pengaruh tempe pada perubahan mukosa setelah infeksi diare dengan menggunakan teknik biopsi usus dan grading histopatologi pemulihan setelah diberikan suplementasi tempe. Hasil penelitian menunjukkan efek positif dan hasil signifikan sebesar 33,3% dibanding dengan kelompok kontrol yang hanya 6,7% .

Diare (yang disebabkan oleh agen mikrobiologis seperti E. coli, Rotavirus, Shigella, dll) yang diobati dengan tempe menunjukkan respon positif terutama pada anak kurang gizi dimana vili usus mengalami atrofi atau berhenti berkembang ,anak kurang gizi yang mengalami penurunan imunitas humoral (Chandra, 1977). Dari hal diatas, kita dapat mengetahui bahwa tempe dapat meningkatkan sistem kekebalan terhadap infeksi.

Studi klinis dan biologis oleh Kazuyoshi Okubo et al, (1994) menunjukkan peran yang luar biasa dari kedelai dalam penguatan mekanisme pertahanan tubuh manusia terhadap infeksi, penyakit dewasa terutama terhadap HIV (AIDS) infeksi dan gejala. Ini sangat menarik apakah tempe dapat memberi efek lebih kuat aktivitas antikanker dan anti-HIV untuk menanggapi peningkatan menantang AIDS dan kejadian kanker di seluruh dunia.

Sumber: Darwin Karyadi

Sumber Gambar: www.umm.edu

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123