This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Perubahan bea masuk impor biji kedelai dari nol persen menjadi lima persen terhitung mulai 1 Januari 2012 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor:13/2011 telah mendorong kenaikan harga komoditas tersebut di dalam negeri.

"Efeknya terhadap kenaikan harga sudah terlihat sejak akhir bulan lalu. Harga kedelai yang sebelumnya antara Rp5.500-Rp5.600 per kilogram sekarang naik jadi Rp5.800-Rp6.000 per kilogram di tingkat pengrajin," kata Ketua Bidang Usaha Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo di Jakarta, Selasa (3/1).

Dia juga memperkirakan selanjutnya harga biji kedelai akan cenderung naik karena ada kekhawatiran peningkatan produksi komoditas tersebut tidak sebanding dengan peningkatan permintaan.

"Apalagi sekarang China masuk bursa. Dengan kebutuhan yang cukup besar, sekitar 34 juta ton, mereka bisa menyerap produksi kedelai Brazil dan Argentina dalam jumlah besar serta mempengaruhi harga," katanya.

Kondisi yang demikian akan memaksa pelaku usaha dalam negeri yang menggunakan biji kedelai sebagai bahan baku melakukan penyesuaian harga jual produk karena hingga saat ini pasokan biji kedelai sebagian besar masih berasal dari impor.

Menurut Sutaryo, kebutuhan kedelai nasional setiap tahun sekitar 2,4 juta ton dan dari jumlah tersebut hanya antara 500.000 ton sampai 600.000 ton yang bisa dipenuhi oleh produsen biji kedelai dalam negeri.

"Kedelai yang diimpor setiap tahun rata-rata 1,8 juta ton dan 80% diantaranya untuk keperluan produksi tahu dan tempe," katanya.

Impor kedelai selama Januari-November 2011, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sudah mencapai 1,81 juta ton (US$ 1,09 miliar). Asal kedelai impor yang masuk ke Indonesia kebanyakan dari AS, Malaysia, Argentina, Uruguay dan Brazil.

Sementara produksi biji kedelai dalam negeri, menurut angka ramalan BPS, tahun 2011 hanya bisa mencapai 870,07 ribu ton biji kedelai kering atau turun 4,08% dibanding tahun 2010 dan lebih rendah dari target produksi yang ditetapkan pemerintah sebanyak satu juta ton.

Penurunan produksi, menurut pendataan BPS, utamanya terjadi karena luas panen tanaman kedelai yang pada 2010 tercatat 660.823 hektare berkurang menjadi 631.425 hektare pada 2011. (ant)

Sumber : www.medanbisnisdaily.com

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123