This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Panganan khas Indonesia, tahu dan tempe hasil produksi Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Jakarta Timur sepertinya terus menjadi perhatian pihak asing.

Bagaimana tidak, setelah satu bulan lalu, Primkopti Jakarta Timur dikunjungi sejumlah mahasiswa asing, kali ini tak tanggung-tanggung pabrik yang terletak di RT 02/06, Setu, Cipayung, Jakarta Timur dikunjungi, Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat, Michael Scuse, Rabu (6/4). Kedatangan Michael Scuse beserta rombongan untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan panganan yang berbahan dasar kacang kedelai tersebut.

Terlebih, selama ini bahan baku yang digunakan untuk membuat tahu tempe diimpor dari sejumlah negara di benua Amerika. Michael Scuse menuturkan, kunjungannya ke Primkopti Jakarta Timur tak lain untuk menyaksikan secara langsung produksi tahu tempe. Kehadirannya ini juga didasari rasa penasaran dirinya karena Indonesia selama ini dikenal sebagai negara pengimpor kedelai terbesar di dunia. Seperti diketahui, hampir seluruh kedelai yang diimpor ke Indonesia berasal dari sejumlah negara di benua Amerika seperti, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Argentina. Setiap tahun, jumlah kedelai yang diekspor negara-negara itu ke Indonesia sebanyak 1.600 ton. Dari jumlah itu, sekitar 70-80 persen digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe oleh Primkopti Jakarta Timur. “Awalnya kami penasaran mengapa Indonesia mengimpor kedelai dalam jumlah yang cukup besar. Untuk apa kedelai sebanyak itu?. Ternyata untuk pembuatan tahu tempe,” ujar Scuse, Rabu (6/4).

Scuse juga menuturkan, rasa bangga dan salutnya atas bangsa Indonesia yang hingga kini mampu mempertahankan warisan budayanya di bidang kuliner tersebut. Selama ini, tahu dan tempe dikenal sebagai salah satu panganan asli Indonesia yang telah diakui dunia internasional. Pada kesempatan itu, Scuse juga sempat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 147 juta untuk perbaikan pabrik tahu tempe milik Primkopti Jakarta Timur. Dengan adanya bantuan dana segar ini, diharapkan Primkopti Jakarta Timur memiliki standar internasional sehingga kualitas produksinya pun dapat lebih ditingkatkan.

Ketua Primkopti Jakarta Timur, Suyanto, mengaku gembira dengan kunjungan yang dilakukan Wakil Menteri Pertanian Aemerika Serikat. Dirinya berharap, kunjungan ini membawa manfaat besar bagi para perajin tahu tempe binaannya. “Prokdusi tahu tempe kami ini memang bahan bakunya impor dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat. Selain kualitasnya bagus, harganya juga relatif murah. Kami sebenarnya berminat menggunakan kedelai lokal, namun saat ini barangnya tidak ada di pasaran. Padahal kualitas kedelai lokal jauh lebih baik,” ungkapnya. Adapun kebutuhan kedelai secara nasional, setiap tahun sebanyak 2,2 juta ton. Dari jumlah itu, 1.600 ton di antaranya merupakan impor dari Amerika Serikat. Selebihnya adalah kedelai lokal dan impor dari negara lainnya.

Untuk wilayah Jabodetabek, setiap bulan dibutuhkan 5.000 ton kedelai. Seluruhnya merupakan kedelai impor. Saat ini, harga kedelai impor di pasaran Rp 6.000 per kilogram, sedangkan kedelai lokal Rp 6.200 per kilogram. Khusus di pabrik Primkopti Jakarta Timur, kebutuhan kedelai sebanyak 600 kilogram per hari. Seluruh kedelai ini diolah menjadi tahu dan tempe oleh 12 perajin.

 

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123