This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Harga kedelai yang melambung tinggi akhir-akhir ini membuat produsen tempe dan tahu di Kabupaten Malang mengalami penurunan jumlah produksinya. Turunnya produksi makanan merakyat itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang, DR Rudianto.

Menurut dia, pasokan kedelai yang terbatas akibat mahalnya harga kedelai lokal maupun import, membuat produsen tempe di Kabupaten Malang mengalami penurunan jumlah produksi. Sehingga, para produsen tempe harus bersabar lebih dulu. Pasalnya, pemerintah pusat saat ini berupaya untuk menambah pasokan bahan baku tahu dan tempe yakni kedelai.

"Harga kedelai di Kabupaten Malang saat ini sudah diatas Rp 7.000 perkilonya. Sebelumnya, harga kedelai masih Rp 5000 perkilo. Jika harga tersebut melambung terus, dipastikan produsen tempe bisa gulung tikar," ungkapnya.Dijelaskan Rudianto, menurunnya produksi para produsen tempe dikarenakan cost pengeluaran tidak seimbang dengan hasil produksi.

Harga bahan baku yang mahal, tidak serta merta membuat harga jual tempe dan tahu bisa dinaikkan dua kali lipat. Dengan begitu, pantauan Disperindagsar di beberapa tempat saat ini, banyak produsen yang dengan sangat terpaksa, mengurangi jumlah produksinya.Rudianto menegaskan, dengan pengurangan jumlah produksi tersebut, berdampak pula pada harga tempe dan tahu dipasaran.Dimana, masyarakat yang menjadikan makanan itu sebagi menu wajib diatas meja, banyak yang mengeluh karena harga tempe ikut naik."Dampak kenaikan kedelai juga dirasakan oleh masyarakat umum. Bukan hanya produsen tempe saja yang menjerit. Tapi, semua lapisan masyarakat terkena imbas dari mahalnya harga kedelai saat ini," papar Rudianto.

Sementara itu, menurut Produsen tempe di Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sutini pada wartawan saat ditemui dirumahnya mengatakan, kenaikan kedelai sangat memukul usaha kecilnya sejak satu minggu terakhir. Guna mempertahankan produksinya, Sutini terpaksa menurunkannya jumlah produksinya."Sebelum kedelai mahal, kami bisa membuat tempe 60 kilogram sehari. Saat ini, tak sampai 40 kilogram perhari," ucapnya.

Ditegaskan Sutini, menurunnya jumlah produksi dikarenakan mahalnya bahan baku kedelai. Dengan kenaikan yang relatif tinggi, dirinya tak bisa mencukupi biaya produksi yang dirasa, sangat mencekik itu.

Sumber : www.beritajatim.com

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123