This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Pada tanggal 14 April 2014, USSEC Indonesia bekerjasama dengan Forum Tempe Indonesia dan Mercy Corps Indonesia telah berhasil mengadakan Praktek & Pelatihan Cara Higienis yang baik dan  Keamanan Pangan untuk Tempe dan Tahu produsen di pusat produksi Tempe Tahu KOPTI Jakarta Selatan. Pelatihan ini diikuti oleh 22 produsen tempe dan 6 produsen tahu yang disediakan untuk Anggota KOPTI Jakarta Selatan.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang GHP Konsep dan penerapannya dalam produksi tempe dan tahu. Praktek Higienis yang baik (GHP) merupakan salah satu pedoman penting yang harus diimplementasikan oleh industri makanan. The GHP menjelaskan cara untuk menghasilkan tempe dan tahu yang aman, memiliki kualitas yang baik, dan tidak menyebabkan kerugian bagi orang-orang yang mengkonsumsi produk.

Dady Maskar dari USSEC Indonesia dan Prof. Made Astawan, Ketua dari Forum Tempe Indonesia telah memfasilitasi pelatihan menggunakan modul yang dikembangkan oleh ITF pada Keamanan Pangan & GHP. Prof Astawan, menjelaskan nilai gizi tempe & tahu dan kesempatan untuk pengembangan produk dan produk diversifikasi serta metode kemasan untuk meningkatkan umur simpan tempe dan tahu. Dady Maskar menjelaskan konsep praktek cara higienis yang baik dan penerapan dalam proses produksi tempe & tahu. Praktek Cara Higienis yang baik (GHP) sangat penting dalam pendirian produksi makanan termasuk tempe & tahu. Ini memberikan tingkat minimum keamanan.

Pusat produksi tempe dan tahu KOPTI Jakarta Selatan dibangun pada tahun 1996 dan baru-baru ini direnovasi dengan dukungan dari PT FKS Multi Agro, perusahaan importir kedelai. USSEC & ITF telah terlibat sejak awal proses renovasi dengan memberikan saran dalam tata letak produksi dan konsep desain untuk mematuhi Keamanan Pangan, GHP dan prinsip-prinsip HACCP. Setelah renovasi, fasilitas produksi dan peralatan dapat memenuhi persyaratan keamanan pangan. Peralatan produksi yang terbuat dari bahan yang bermutu tinggi dan tata letak produksi dirancang untuk meminimalkan kontaminasi dalam proses produksi.

Ketika peralatan dan fasilitas sudah memenuhi persyaratan keamanan pangan, tantangan berikutnya adalah mempersiapkan cara pengelolaan makanan; tahu dan tempe. Mereka perlu dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup tentang Keamanan Pangan dan GHP. Langkah berikutnya adalah mengembangkan (Prosedur Operasi Standar) SOP yang akan dilaksanakan di pusat produksi. Tantangan terbesar adalah untuk mengubah Kebiasaan. Produsen tempe dan tahu telah memproduksi tempe dan tahu dalam metode tradisional, sulit untuk mengubah kebiasaan. Itu sebabnya perlu pelatihan pendidikan yang berkelanjutan dan bantuan yang dibutuhkan.

Hal ini penting untuk memberikan pendampingan terus-menerus dalam pusat produksi ini sampai siap dengan sistem yang tepat dan SOP untuk mengimplementasikan GHP dalam proses produksi tempe dan tahu. Belajar dari kisah sukses dari Rumah Tempe Indonesia di Bogor, USSEC & ITF akan berkolaborasi dengan Mercy Corps dan stakeholderlainnya untuk mengembangkan pusat produksi tempe & tahu lain seperti pusat produksi tahu dan tempe yang sudah Maju/Unggul.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123