This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

USSEC dan Forum Tempe Indonesia diundang ke Balai Kota Bogor untuk bertemu dengan Walikota baru Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto yang baru-baru ini diresmikan pada tanggal 7 April 2014. Dadi Maskar, Prof Made Astawan dan perwakilan dari KOPTI Bogor mengunjungi Walikota Bogor pada kantornya pada tanggal 28 April 2014.

Dalam pertemuan tersebut Walikota mendapat penjelasan tentang program Forum Tempe Indonesia dalam meningkatkan industri tempe di Indonesia dan khususnya di Bogor dengan adanya Rumah Tempe Indonesia. Hal itu juga disampaikan perencanaan kunjungan dari AS Ambasador ke Rumah Tempe Indonesia. Walikota Bogor senang menjadi tuan rumah Duta Besar.

Walikota Bogor menghargai upaya Forum Tempe Indonesia dalam melaksanakan program dan beliau berkomitmen untuk mendukung dan bekerja bergandengan tangan dengan Forum Tempe Indonesia dan kepentingan lainnya dalam meningkatkan tempe dan tahu kondisi di daerah Bogor. Beliau juga bangga dengan keberadaan Rumah Tempe Indonesia di Bogor sebagai Center of Excellence untuk Tempe di Indonesia. Beliau berharap bahwa RTI akan menjadi sebagai sumber inspirasi bagi produsen tempe lainnya untuk memperbaiki cara produksi sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Beliau secara khusus mengangkat Kepala Kecil Departemen Menengah dan beberapa instansi terkait lainnya di Bogor untuk bekerja sama dengan Forum Tempe Indonesia dan KOPTI Bogor untuk melaksanakan program pelatihan dan pengembangan tempe dan tahu percontohan tanaman baru untuk meningkatkan tempe dan industri tahu di Bogor.

Kunjungan Duta Besar AS untuk Rumah Tempe Indonesia Bogor pada April 29, 2014
Duta Besar AS untuk Indonesia H.E. Mr Robert O Blake mengunjungi Rumah Tempe Indonesia Bogor pada tanggal 29 April 2014. Kunjungan ini sehubungan dengan penyajian MD Sertifikat Pendaftaran dari Kepala BPOM ke Rumah Tempe Indonesia dan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Asosiasi Kedelai Indonesia (AKINDO) dan Forum Tempe Indonesia. dan Ada juga Tempe Kuliner Festival disajikan di RTI selama acara.

Duta Besar Blake tiba di RTI pukul 9 pagi karena dijadwalkan. Beliau disambut hangat oleh Walikota Bogor, Dr. Bima Arya dan Kepala BPOM, Dr. Roy Sparringa. Acara yang dimulai pada pukul 09:15 dengan pidato & presentasi oleh Prof. Made Astawan, Ketua Forum Tempe Indonesia . Beliau menjelaskan pelaksanaan program Forum Tempe Indonesia dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dalam meningkatkan kondisi industri tempe di Indonesia termasuk pembangunan Rumah Tempe Indonesia sebagai pusat keunggulan untuk tempe di Indonesia.

Pidato kedua disampaikan oleh Dr. Bima Arya, Walikota Bogor. Beliau menyambut Duta Besar Blake dengan hangat dan tamu VIP lainnya ke Bogor. Walikota mengungkapkan kebanggaannya tentang keberadaan RTI di daerah dan berharap tempe lainnya menghasilkan belajar dari RTI dan menerapkan pengetahuan untuk meningkatkan keamanan pangan dan kebersihan dalam proses produksi tempe.

Pidato ketiga disampaikan oleh Kepala BPOM, Dr. Roy Sparringa diikuti dengan presentasi MD sertifikat yang dikeluarkan oleh BPOM untuk RTI. Sertifikat MD adalah nomor registrasi produk makanan yang diberikan untuk prosesor makanan modern. Dengan memiliki MD ini, RTI desa / industri rumah lama dan tingkat keamanan pangan yang dianggap setara dengan produsen makanan modern. Sebuah upacara komitmen sponsorship dari AKINDO (Importir Kedelai Indonesia Asosiasi Perusahaan) ke Forum Tempe Indonesia. AKINDO setuju untuk memberikan dukungan pendanaan untuk program Forum Tempe Indonesia dalam pengembangan produk dan aktivitas penelitian.

Sesi terakhir di ruangan itu pidato / ucapan dari HE Duta Blake. Duta Besar menyampaikan ucapan terima kasih dengan karya Forum Tempe Indonesia dan kepentingan lainnya dalam meningkatkan kondisi industri tempe di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa tempe adalah baik untuk perdagangan pertanian. Duta Besar sepenuhnya mendukung perdagangan kedelai serta barang-barang pertanian lainnya, dan beliau yakin bahwa Amerika Serikat adalah sumber yang dapat dipercaya yang aman, kualitas makanan.

Sama pentingnya, kedelai AS membawa keuntungan nyata bagi masyarakat Indonesia. Cara yang sama bahwa Indonesia menyediakan Amerika Serikat dengan kualitas tinggi, produk makanan murah seperti udang, kakao, atau kopi. Kedelai AS memastikan bahwa Indonesia memiliki akses ke makanan berkualitas tinggi dengan biaya serendah mungkin. Perdagangan sangat penting untuk industri tempe, yang didominasi oleh petani kecil. Produsen makanan tersebut, yang bekerja di bawah kondisi menuntut, bahwa nilai pekerjaan mereka dijamin oleh akses yang dapat diandalkan untuk kualitas tinggi, kedelai murah.

Setelah acara upacara di dalam ruangan, Duta Besar Blake dan tamu VIP lainnya mengunjungi fasilitas produksi di RTI. Setelah kunjungan, itu melanjutkan ke festival kuliner tempe ketika ada beberapa produk makanan berbasis tempe yang dipamerkan. Makanan show di berbagai produk tempe kuliner disajikan di daerah, dan Duta Besar sangat menikmatinya.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123