This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Sejalan dengan misi dan tujuan FTI, FTI telah menerbitkan modul pelatihan tentang Penerapan Good Hygienic Practices (GHP) atau cara produksi yang higienis dalam proses produksi tempe. Modul ini disusun sebagai acuan dalam suatu pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang cara memproduksi tempe dengan menerapkan konsep Good Hyginic Practices atau Cara Produksi yang Higienis (CPH) serta memiliki keterampilan untuk membuat berbagai produk olahan tempe dan mendisain label nilai gizi pada produk yang dihasilkan. Modul ini telah digunakan dalam beberapa pelatihan yang dilakukan oleh FTI untung para pengerajin tempe.

Untuk menerapkan teori cara produksi yang higienis yang terdapat di dalam modul secara aktual, FTI bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan telah berhasil membangun beberapa lokasi percontahan produksi tempe, misalnya di Semarang Barat bekerjasama dengan dengan Pemprov Jateng dan di Kuripan Kidul Pekalongan bekerjasama dengan Pemkot Pekalongan.

FTI terus berupaya untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kondisi pertempean di Indonesia. Baru-baru ini FTI, melalui American Soybean Asociation/ASAIM-Indonesia memperoleh bantuan dari PT. Sekawan Makmur Bersama (SMB), salah satu perusahaan importir kedelai untuk membenahi fasilitas dan ruang serta peralatan produksi tempe di Komplek PRIMKOPTI Jakarta Timur. Bantuan dari PT SMB merupakan salah satu bentuk kepedulian dari sektor industri swasta dalam memajukan tempe dan diserahkan secara langsung kepada PRIMKOPTI Jakarta Timur. Pelaksanaan pembenahan dilakukan oleh kontraktor yang ditunjuk dan pelaksanaannya diawasi oleh FTI dan MercyCorps Indonesia.

Pada saat yang sama FTI bekerja sama dengan MercyCorps Indonesia melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang cara produksi yang higienis (GHP) kepada para pengerajin tempe di lokasi tersebut. Lokasi ini untuk rencana kedepannya akan menjadi percontohan Kampung Tempe untuk wilayah Jakarta. Upaya yang dilakukan FTI dalam membentuk lokasi tempe percontohan di berbagai lokasi merupakan salah satu contoh keberhasilan dimana semua pemangku kepentingan saling bahu-membahu bekerjasama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas produksi tempe di Indonesia.

Pada tanggal 4-6 April 2011, Mr. Michael T. Scuse, Under Secretary USDA (Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat) telah berkunjung ke Jakarta. Salah satu agenda kunjungan dari Mr. Scuse adalah mengunjungi Kampung Tempe tersebut. Kunjungan ini merupakan momen penting untuk menunjukkan bahwa tempe, yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia menjadi pusat perhatian dari pejabat penting sebuah negara maju.


 

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123