This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Tempe segar memiliki masa simpan yang singkat, yaitu sekitar 1-2 hari pada suhu ruang (tanpa mesin pendingin). Hal tersebut dikarenakan kadar air yang cukup tinggi dan adanya kapang yang terus memecah komponen gizi pada tempe menjadi senyawa-senyawa sederhana, seperti amoniak akibat hidrolisis protein yang berlebihan.

Adanya amoniak bebas yang berbau tajam tersebut akan menurunkan daya terima konsumen terhadap tempe. Oleh karena itu, untuk memperpanjang masa simpan tempe, serta untuk menambah variasi produk untuk konsumen, maka muncullah berbagai jenis produk olahan dari tempe. Secara umum, produk olahan tempe dikelompokkan menjadi produk generasi pertama (G-I), generasi kedua (G-II), dan generasi ketiga (G-III).

1. Tempe Generasi Pertama (G-I)
Produk tempe generasi pertama dihasilkan dari tempe yang dimasak secara langsung, tanpa tahapan pra-pengolahan sebelumnya, sehingga aroma, bentuk atau penampakan, warna, dan terutama cita rasanya, masih sangat khas tempe. Contoh produk tempe G-I di antaranya adalah tempe gireng, sate tempe, keripik tempe, tempe bacem, tempe goreng tepung, mendoan, dan sambal goreng tempe. Ciri utama produk G-I ini adalah wujud dan rasa produknya masih dapat dikenali secara jelas seperti tempe.
2. Tempe Generasi Kedua (G-II)
Tempe generasi kedua (G-II) merupakan produk olahan tempe yang sudah banyak berkurang bentuk dan sifat khas tempenya, namun citarasa tempe masih dapat ditemukan. Pada produk G-II, tempe segar dijadikan bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk olahan. Biasanya tempe diolah terlebih dahulu menjadi tepung. Selanjutnya tepung tersebut dicampur dengan bahan-bahan lainnya dan diformualsi untuk menghasilkan produk baru yang jauh berbeda dengan bentuk asli tempe.
3. Tempe Generasi Ketiga (G-III)
Senyawa-senyawa dalam tempe yang bersifat antikolesterol, antioksidan, serta antikanker, dapat diekstraksi dengan metode yang tepat. Komponen bioaktif tersebut kemudian dapat diolah ke dalam bentuk cairan, bubuk, tablet atau kapsul, untuk digunakan sebagai suplemen pangan (food supplement) untuk tujuan kesehatan. Komponen-komponen yang telah diisolasi tersebut dapat juga ditambahkan ke dalam produk pangan, sehingga menjadi pangan fungsional. Selain itu, tempe yang sudah difortifikasi atau ditingkatkan kandungan senyawa bioaktifnya, juga dapat dikategorikan sebagai produk tempe generasi ketiga.
Komponen dari tempe yang paling besar peluangnya untuk dijadikan produk Generasi-III adalah isoflavon. Selama ini, isoflavon yang banyak beredar di pasaran adalah isoflavon yang diisolasi dari kedelai, sebagaimana tampak pada Gambar 28. Mengingat isoflavon pada tempe jauh lebih potensial dibandingkan kedelai, maka di masa depan sangat perlu untuk mengisolasinya dari tempe dan menjadikannya sebagai suplemen pangan secara komersial, sebagaimana suplemen isoflavon yang berasal dari kedelai.

#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123